Skip to main content

in the evening


Sore itu, akan menjadi sore yang sangat spesial. 

entah ada angin dari mana yang memberanikan aku untuk mencoba menyapa seseorang yang selama ini membuat aku penasaran. mungkin memang tidak secara langsung, tapi melalui akun jejaring sosialnya. 

mengapa aku penasaran dengan orang itu? pertama, karena dialah salah satu temenku yang tidak terlihat sejak kelulusan SMA, padahal kami sudah beberapa kali kumpul. kedua, aku merasa sempet deket sama dia, jadi sebagai seorang manusia biasa aku punya rasa penasaran dengan kabar dia sejak lulus SD sampai sekarang. ketiga, aku udah pernah mencoba menyapanya tapi dia hanya memberikan respon biasa. contohnya, kirimanku hanya dibalas sekali olehnya dan saat aku menyapanya via chatting dia tidak pernah membalas bahkan langsung memutuskan koneksi internetnya. tiga hal itulah yang sangat membuat aku ingin tahu. dan pada sore itu, aku mendapatkan salah satu identitas yang bisa aku hubungi nantinya. sekilas itu terasa aneh, karena selama ini aku tidak pernah punya keberanian untuk menyapanya lagi setelah aku mencoba 
beberapa kali chatting tapi tidak ada balasan dari dia. 

Sore itu Tuhan memberikanku kekuatan, keberanian, kebahagiaan, keindahan dan segala yang aku butuhkan. karena disamping itu, aku mendapat rumah yang cocok untuk tempatku nanti kuliah. aku merasa sore itu adalah sore terindah yang aku pernah alami. dia memberikan salah satu identitas pribadinya dan aku sempat beberapa kali saling balas pesan di salah satu jejaring sosial. 
tapi, aku punya cerita lucu dibalik itu. karena aku penasaran banget ama itu orang, aku mencoba membuka akun jejaring sosialnya dan aku melihat salah satu posting-nya tentang promo sebuah acara di daerah kemang. di posting itu tertera waktu dan tempat acara, juga tak lupa nomor hp contact person penanggung jawab acara. awalnya aku iseng menyimpan nomor itu, suatu saat setelah acaranya berlalu aku mencoba untuk menghubungi nomor contack person itu tapi karena ada sedikit gangguan di sinyal jadi suara si CP itu kurang jelas, dan aku putuskan sambungan itu. ternyata setelah aku mendapat identitas dia, nomor yang aku hubungi waktu itu adalah nomor dia. awalnya aku mau kirim pesan ke dia tapi kau takut kalau dia sadar nomor aku pernah menghubunginya. jadi aku urungkan niatku untuk mengirim pesan pribadi. mungkin setelah beberapa bulan lagi aku mencoba mengirimi pesan untuknya. 

tapi dengan aku mendapat nomornya, berarti tidak ada hal yang membuat aku penasaran tentangnya. karena aku sudah menghubngi beberapa temenku dan aku tanyakan tentang nomornya, tidak ada satupun yang tahu. apakah aku termasuk orang yang beruntung? karena bisa mendapatkan nomornya. aku kadang merasa tidak percaya, karena teman-temanku itu masih satu lingkungan dengannya. sedangkan aku? sekolah SMP & SMA-ku jauh dari mereka? entahlah. 
yang penting aku sudah bisa menghubunginya jika kami akan reuni atau sekedar berkumpul. 

everlasting friendship can't bought by a million of gold.

addapted from true story~

Comments

Popular posts from this blog

all about our memory (34graduate)

@room 13:57 Ternyata apa yang kita inginkan selama 6 thn tidaklah enak,, Waktu kelas   1 paling ga betah kalo ga dijenguk sama orang tua,,ga punya ekskul temen masih dikit n blom kenal seluruhnya Waktu kelas 2   mulai kenal temen2 tp kk kelas   dah mulai kenal n mulai ada senioritas,,di suruh lah,,di kerjain lah macem dehh,, n kita berfikir “ kapan kta kelas tiga n jadi thiloe???’ yang bebas ngapain aja,,, Waktu Kelas  3   seeeennnneng jadi thiloe,,, bebas,, tapi masa2   ini paling di uji,cz kita mulai kenal bandel, sering ngelanggar males,,mw’a cepet2 bimbel n bebas dr kegiatan,,stelah ujian bingung lagi mw nerusin or lanjut d dn,,,,,, Waktu Kelas 4   masa2’a gg betah lagi,,,cz gda kegiatan stelah ujian klas3,,,msih mw pindah,,,bimbang,,tp dah menginjak remaja,,udah mulai kenal makhluk seberang,,mulai organisasi pertama,,semangat masih semangat thiloe,,,,masih lebay klo ada acara,,,,masih kebawa males... W...

HUTANG

ya gue punya hutang ama salah satu temen gue.... sebenernya bisa siih dibayar langsung tapii,,, gue ga sempet gitu deh jadi terus tertunda... sepele siih dia hanya minta beberapa komentar untuk dirinya sejak setelah UN (Ujian Nasional) singkat aja siih,, gue selalu menunda-nunda sampai akhirnya kita wisuda, lulus dan berpencar ke habitat baru.... jadi gue mau bayar utang gue disini aja,, karena dia minta gue buat membayarnya via blog. menurut gue dia itu: 1. cerewet 2. suka maksa (ini niih contohnya,,,gue dipaksa-paksa buat bayar utang yang sepele) 3. keras kepala.... susaa bener dibilangin 4. pawang nyamuk....lumayan laah buat tameng 5. terhipnotis ama seseorang 6. baik bangeettt karena udah menjaga secret gue gituuh deeh nb: buat temen gue yang terus menagih utang plisss ini gue udah bayar LUNAS yeeee *minta cap*

kisah ini selesai

Bogor, 10-11-12 Kaget!!!!! Sungguh aku terkejut. Satu tahun lalu aku senang, karena aku menemukanmu kembali. Aku menemukanmu setelah enam tahun kita berpisah. Enam tahun lalu kita masih bertegur sapa bahkan kita dekat. Tapi setelah tidak tahu kapan tepatnya kita berpisah sekolah kita tidak sama sekali berkomunikasi. Sempat aku mencarimu di dunia maya, tetap nihil. Tapi..... Setelah enam tahun kita sama-sama menghilang, aku menemukanmu. Berawal dari reunian, tapi kamu tidak hadir. Aku menemukanmu lewat sebuah grup di jejaring sosial. Itu juga karena teman ku mengundang kamu di grup itu. Segaris senyum mengembang, Karena aku bisa menghubungimu lewat dunia maya. Setidaknya pintu komunikasi telah terbuka untuk kita. Benar saja, kita berkomunikasi walau hanya via dunia maya dan disebuah grup. Dalam artian kita bukan berkomunikasi secara pribadi. Aku senang!!!! Dari akun fb kamu, aku bisa menemukan akun twittermu. Dan well, kamu lebih aktif di twitter. Berkembangla...