Skip to main content

kerasnya kehidupan

sebenarnya saya merasakan hal ini sudah berulang kali. tapi hari ini aku banyak mendapatkan pengalaman baru. mulai dari pagi hari, dari Bogor aku menuju Depok tepatnya turun di stasiun Universitas Indonesia dalam rangka menemani teman-temanku yang akan lomba di sana. aku kebetulan menaiki kereta kelas ekonomi. bedasarkan cerita temanku, kondisi kereta ekonomi di pagi hari itu sangat beresiko. karena dia pernah berpisah dengan temannya yang tidak berhasil keluar pada stasiun tujuan dan kebawa sampai stasiun selanjutnya. well, aku sangat khawatir dengan keadaan seperti itu. sampai akhirnya aku mengalami sendiri. pertama naik dari Bogor keadaan kereta masih lumayan senggang, setelah transit di beberapa stasiun maka penumpang pun banyak yang masuk dan keadaan dalam kereta semakin padat sampai akhirnya bergerakpun tidak bisa. disamping aku harus was-was dengan posisiku beserta teman-teman (aku dan 4 temanku) aku juga harus menjaga tasku. karena dengan keadaan seperti itu sangat rawan dengan pencopetan. di satu sisi aku menemukan beberapa orang yang menurutku mereka tidak kenal dekat tapi mereka mengobrol layaknya seperti teman dekat.atau memang setiap hari mereka bertemu karena tujuan yang sama. entahlah. yang jelas mereka seperti 'penguasa' di gerbong itu. karena mereka dengan mudahnya mendapatkan tempat duduk di tengah orang yang sangat 'berjubel'. tapi di satu sisi kami merasa satu kesatuan yang saling membantu. ketika kami hampir sampai, kami diberi jalan untuk mendekati pintu keluar. tidak cukup dengan kesesakkan di dalam kereta, ketika aku keluar aku sempat mendegakkan kepalaku ke atas ternyata banyak orang yang naik ke atap kereta. aku tidak bisa membayangkan betapa repotnya jika setiap hari harus berhadapan dengan hal seperti itu demi mencari uang untuk membiayai keluarganya. sungguh perjuangan yang sangat berat.

sesampainya kami di tempat tujuan kami langsung melakukan kegiatan yang telah disusun oleh panitia. sampai semuanya selesai dan kami kembali ke Bogor dengan teknik yang sama yaitu naik kereta. tapi kali ini aku menaiki commuter line (sistem baru untuk orang yang sering berpindah dari satu kota ke kota lainnya). selama perjalanan aku menemui kehidupan kaum marginal yang jarang sekali kita temui dalam keseharian. mungkin bagi beberapa orang itu sudah biasa tapi bagi kami itu adalah hal yang tabu. dari perjalanan singkat inilah aku banyak mengambil pelajaran dan bekal hidup. setidaknya aku tahu kondisi jika memilih kereta pagi untuk menuju suatu tempat dan aku tahu bagaimana menghadapi berbagai karakter orang di kehidupan umum seperti itu.

beberapa bulan lalu juga aku mendapat pengalaman yang dahsyat. ketika itu aku mau menuju depok dari terminal lebak bulus. memang saat itu aku salah memilih jam berangkat. aku berangkat sekitar jam 5 sore dan itu adalah waktu orang pulang kerja, walaupun hari sabtu tetap saja penuh sesak. dari terminal lebak bulus aku menaiki bus. aku duga setelah keluar terminal jalan akan langsung lancar, ternyata dugaanku salah besar. aku malah terjebak macet yang sangat panjang dan bus hanya bergerak beberapa meter, mungkin tidak lebih dari 5m. artinya, kendaraan saat itu sangat penuh sesak sekali sampai tidak bisa bergerak. mungkin jika dihitung aku bersama penumpang lain menghadapi macetnya Jakarta sekitar 2 jam tidak bergerak. aku melihat penumpang berebut bus sampai rela untuk berdesak-desakkan. dan yang bikin aku heran, aku melewati 3 lampu hijau tapi bus yang aku tumpangi tidak bergerak sama sekali karena saking panjangnya kemacetan itu. lucu. membuat aku menggelengkan kepala, segitukah parahnya Jakarta? seperti yang aku katakan tadi, mungkin bagi beberapa orang hal seperti itu adalah rutinitas tapi bagiku itulah pengalaman.

thanks God for your blessing until today 

Comments

Popular posts from this blog

sand art :3

sand art... ya gue baru nemuin satu jenis kesenian yang amazing banget. jenis lukisan ini sama sekali tidak menyentuh cat atau kuas, kan biasanya kalo denger kata lukisan pasti langsung terbayang ada kuas, berbagai warna cat, palet, dan kanvas. tapi beda dengan teknik lukisan pasir ini. yap! namanya aja lukisan pasir, pasti bahan utamanya ya pasir dan alasnya hanya selembar papan licin/kaca. ga perlu repot akan kotornya cat.  biasanya para pelukis pasir tidak mengabadikan lukisannya dalam bentuk nyata, maksudnya ga kaya lukisan diatas kanvas. tapi para pelukis pasir mengabadikan karyanya dalam bentuk video. mengapa? karena lukisan pasir biasanya menceritakan suatu kisah yang bersambungan. jadi pasti berubah-ubah dalam satu kali bikin lukisan plus diiringin ama musik yang sesuai ama alur ceritanya. teknik melukis pasir ini pertama kali digunakan oleh Tran Thi Hoang Lan, seorang wanita berasal dari Vietnam. teknik lukisan pasirnya sekarang telah menyebar hampir di...

kisah ini selesai

Bogor, 10-11-12 Kaget!!!!! Sungguh aku terkejut. Satu tahun lalu aku senang, karena aku menemukanmu kembali. Aku menemukanmu setelah enam tahun kita berpisah. Enam tahun lalu kita masih bertegur sapa bahkan kita dekat. Tapi setelah tidak tahu kapan tepatnya kita berpisah sekolah kita tidak sama sekali berkomunikasi. Sempat aku mencarimu di dunia maya, tetap nihil. Tapi..... Setelah enam tahun kita sama-sama menghilang, aku menemukanmu. Berawal dari reunian, tapi kamu tidak hadir. Aku menemukanmu lewat sebuah grup di jejaring sosial. Itu juga karena teman ku mengundang kamu di grup itu. Segaris senyum mengembang, Karena aku bisa menghubungimu lewat dunia maya. Setidaknya pintu komunikasi telah terbuka untuk kita. Benar saja, kita berkomunikasi walau hanya via dunia maya dan disebuah grup. Dalam artian kita bukan berkomunikasi secara pribadi. Aku senang!!!! Dari akun fb kamu, aku bisa menemukan akun twittermu. Dan well, kamu lebih aktif di twitter. Berkembangla...

HUTANG

ya gue punya hutang ama salah satu temen gue.... sebenernya bisa siih dibayar langsung tapii,,, gue ga sempet gitu deh jadi terus tertunda... sepele siih dia hanya minta beberapa komentar untuk dirinya sejak setelah UN (Ujian Nasional) singkat aja siih,, gue selalu menunda-nunda sampai akhirnya kita wisuda, lulus dan berpencar ke habitat baru.... jadi gue mau bayar utang gue disini aja,, karena dia minta gue buat membayarnya via blog. menurut gue dia itu: 1. cerewet 2. suka maksa (ini niih contohnya,,,gue dipaksa-paksa buat bayar utang yang sepele) 3. keras kepala.... susaa bener dibilangin 4. pawang nyamuk....lumayan laah buat tameng 5. terhipnotis ama seseorang 6. baik bangeettt karena udah menjaga secret gue gituuh deeh nb: buat temen gue yang terus menagih utang plisss ini gue udah bayar LUNAS yeeee *minta cap*